Seperti sebuah bangunan maka keluarga juga membutuhkan tiang-tiang agar bangunan itu bisa berdiri. Pilar yang kokoh dapat berdiri bangunan yang megah dan kokoh serta bertahan lama, adapun pilar yang rapuh mungkin saja dapat mendirikan suatu bangunan, akan tetapi seberapa lama bangunan itu bertahan...? sehari, seminggu, sebulan, setahun, atau sewindu? Keluarga bahagia dapat memperkuat pilar-pilarnya hingga pilar itu menjadi kokoh dan kuat seiring dengan perjalanan rumah tangganya.
Goals, tujuan atau target-target apapun namanya adalah bagian penting dalam keluarga. Hal tersebut dapat menjadi unsur perekat tim dalam keluarga, kebersamaan dan kesuksesan bersama dapat membahagiakan seluruh anggota keluarga, tetapi jangan sampai menjadi beban penderitaan sebagian anggota keluarga. Apabila hal itu terjadi maka sistem dalam keluarga tidak akan berjalan dengan baik.
Membangun dan membina keluarga bukan pekerjaan yang mudah tetapi juga jangan terlalu dianggap sulit. Membangun keluarga sulit akan membawa anggota keluarga dalam keadaan tertekan, dampaknya jelas stress, tidak nyaman dan neurosis hingga panik. Jangan pula dianggap mudah, jika demikian persoalan serius ini akan membuat sepele, padahal keluarga memiliki dampak yang sangat besar dan luas.
Namanya juga manajemen keluarga, maka membicarkan visi keluarga bukanlah suatu yang berat, tetapi memang memandang keluarga juga bisa berat tergantung darimana dan sudut apa kita memandangnya. Boleh jadi banyak pasangan yang memandang biasa-biasa saja, atau ada pula keluarga yang memandang sebagai bagian penting dari negara.
Setiap pasangan yang mengelola keluarga wajib mengetahui dinamika organisasi, karena keluarga adalah organisasi terkecil dalam masyarakat. Karakteristik dan perjalanan dinamika organisasi juga akan terjadi pada keluarga. Kenali dan pahami dinamika keluarga, untuk menjadikan keluarga yang memiliki progress kebahagiaan yang semakin membaik.
