Target-target Keluarga

, , No Comments
Goals, tujuan atau target-target apapun namanya adalah bagian penting dalam keluarga. Hal tersebut dapat menjadi unsur perekat tim dalam keluarga, kebersamaan dan kesuksesan bersama dapat membahagiakan seluruh anggota keluarga, tetapi jangan sampai menjadi beban penderitaan sebagian anggota keluarga. Apabila hal itu terjadi maka sistem dalam keluarga tidak akan berjalan dengan baik.

Kenali dan identifikasi tujuan atau target dengan baik. Apakah target bersama, target orangtua, atau target anak. Jangan membebankan target bersama kepada salah satu pihak, misalnya kesuksesan hanya dibebankan pada seorang ayah atau ibunya saja, atau anak saja yang mendapatkan beban dan tekanan agar keluarga mendapatkan kebanggan dan kebahagiaan. Berprestasi adalah hal yang baik dan penting dalam segala hal, hanya saja apa makna dibalik hal tersebut. Prestasi adalah wujud dari buah usaha dan pengorbanan yang dilakukan oleh sesorang atau sekolompok orang. 

Tujuannya mungkin untuk mendapatkan kesenangan dari sensasi pujian orang lain. Atau tujuannya untuk membahagiakan pihak lain seperti orangtua, istri/suami, anak dan lainnya. Apabila niat atau tujuannya seperti telah disebutkan tadi maka pada awalnya kita akan merasa nyaman, namun pada tingkat selanjutnya akan mulai terasa hampa dan menjadi beban yang melelahkan, karena perlu diingat bahwa membahagiakan manusia atau mahkluk tidak memiliki standar yang tetap dan pasti berubah-ubah.

Sematkanlah tujuan dan target-target tersebut pada hal yang lebih kekal dan abadi, dan buatlah Ridho, bangga dan rela Alloh SWT, yang jelas ukuran-ukurannya dan pasti standarnya, inilah kebanggan, kebahagiaan dan keuntungan yang mampu bertahan lama dan tidak akan melelahkan pengorbanan manusia. Jadikanlah tujuan ini sebagai target utama keluarga bersama sebagai satu-satunya target diatas target-target lainnya. Arahkanlah semua anggota keluarga kepada satu target yang sama ini, barulah target lainnya.

Bantulah anggota keluarga untuk mengenali potensi diri dan menentukan targetnya masing-masing, jangan ada titipan target orangtua kepada anak atau sebaliknya. Orangtua yang baik tidak akan membiarkan anaknya menderita agar orangtuanya berbangga dan berbahagia. Orangtua yang habis-habisan mendorong prestasi akademik anak, dengan mengorbankan waktu bermain anak, bukan cara yang bijaksana. Cobalah tanya secara jujur pada anak, apakah mereka nyaman, cukup waktu bermain, menghabiskan masa kanak-kanak mereka yang tidak akan pernah kembali.!

Kenyamanan dan kebahagiaan bukan soal prestasi, bukan soal pencapaian, tapi bagaimana kita mensyukuri potensi-potensi yang ada. Baru-baru ini indeks kebahagiaan masyarakat Jawa Barat diukur, dan luar biasa, nilainya lebih tinggi dibandingkan singapura dan korea selatan yang negaranya relatif lebih maju. Jadi bagaimana sesorang atau sekelompok orang hidup dalam prestasi yang menakjubkan tetapi hati yang hampa atau cemas (neurosis; gangguan jiwa ringan). 

Jadi Kebahagiaan anak, istri dan suami adalah prestasi itu sendiri. Selama menjalaninya dengan nyaman tanpa paksaan biarkanlah mereka menikmati kelebihan-kelebihan yang Alloh SWT anugrahkan buat mereka.

0 komentar:

Posting Komentar