Dalam kondisi panik umumnya manusia memiliki teknik konsep diri yang spontan atau natural hal ini disebut mekanisme pertahanan diri (self defend mechanism). Salah satu teknik tersebut adalah displacement (menyalahkan orang lain). Keluarga kadang menghadapi situasi dengan tingkat masalah tertentu, berikut beberapa kesalahan keluarga (kepala keluarga: ayah) dalam menyikapi masalah.
Membiarkan anak tumbuh dan berkembang sendiri. Umumnya para orangtua lebih memperhatikan pertumbuhan fisik anak-anak mereka dan sangat minimal memperhatikan aspek-aspek psikologis, sosial, emosi dan spiritual anak-anak. Orangtua sudah merasa cukup perhatian ketika urusan fisik seperti, makanan, jajanan, uang, mainan dan kebutuhan fisiknya terpenuhi. Orangtua yang abai terhadap kebutuhan non fisik karena dia tidak tahu tentang konsep tumbuh dan kembang, atau karena kesibukan yang membuat dirinya tidak memiliki waktu yang cukup dengan anak, biasanya ketika mendapati anaknya bermasalah, secara spontan akan mencari sumber kesalahan dari eksternal selain dirinya. Orangtua juga cendrung memaafkan dirinya setelah sadar dan tahu bahwa peristiwa itu adalah kesalahannya.
Melepaskan tanggung jawab mendidik kepada sekolah formal. Memilih sekolah bagi anak adalah bagian penting dari tanggung jawab kita terhadap kebutuhan dan hak anak yakni sekolah. Namun orangtua kadangkala berpikir terlalu sederhana, dengan memilih dan menempatkan anak pada sekolah unggulan, sekolah mahal, sekolah prestasi maka selesai sudah urusannya dalam mendidik anak. Tatkala anak bermasalah padahal tempat sekolah anak dikelola secara super, maka orangtua akan melempar sumber persoalan itu kepada sekolah. Sekolah dianggap tidak professional dan salah pengelolaan. Perlu kita ketahui bahwa sekolah superpun dikelola oleh manusia yang dapat berbuat salah. Demikian pula anak-anak atau siswa yang ada tidak semuanya berprilaku baik, dan yang paling utama pola pengasuhan keluarga ketika anak dibesarkan.
Membiarkan teman sebaya tanpa pengawasan. Anak membutuhkan interaksi sosial, dan yang paling penting diantaranya adalah dengan teman sebayanya. Kebutuhan ini menjadi salah satu bagian dan fase dalam perkembangan sosial anak yang penting untuk menjadi manusia dewasa. Namun demikian selalu, setiap bagian positif selalu ada sisi negatif. Anak perlu berinteraksi dengan teman sebaya tapi tanpa larut di dalamnya. Teman sebaya memiliki tuntutan solidaritas dan soliditas kelompok. Bila solidaritas ini melebihi dari orangtua dan keluarga maka dapat dipastikan teman-teman mereka menjadi sumber nilai moral yang kuat bagi anak-anak, padahal umumnya teman sebaya belum memiliki identitas nilai diri yang kuat atau labil. Jadi bisa kita bayangkan apabila anak kita bersandar pada temannya yang masih labil. Orangtua umumnya menyalahkan teman sebaya anak ketika mendapati masalah. Sekali lagi kesalahan sebetulnya ada pada orangtua, jangan pernah posisi anda diambila oleh teman anak.
Menyalahkan zaman dan teknologi. Sering kita mendengar bahwa zaman ini lebih sulit karena kemaksiatan didorong oleh teknologi yang semakin canggih, kita dapat melihat atau mendengar dimana anak-anak usia dini melakukan perbuatan mesum yang dilakukan oleh orang dewasa. Perlu kita maklumi bahwa tidak ada satu masa atau zaman yang dibuat untuk mendolimi ummat. Selalu ujian itu bersama dengan tingkat potensi solusi yang dimilikinya. Dengan kata lain teknologi dapat dimanfaatkan juga untuk mengimbangi hal negatif di dalamnya. Orangtua wajib meng-update aktivitasnya dengan teknologi dalam rangka mempermudah segala aktivitas pendidik anak-anak mereka. Menyalahkan zaman dan teknologi tidak akan mengurangi beban dan tanggung jawab ayah dalam membesarkan anak-anak.
Menyalahkan istri atau orang lain di keluarga. Sebagi kepala keluarga ayah adalah pemikul beban yang paling utama. Sebagaimana dalam Quran surat attahrim ayat enam bahwasannya "kamu harus menjaga dirimu dan keluargamu dari api neraka".., dengan demikian ayah harus menjadi bagian terdepan dalam memikul beban ini karena ini memang adalah tanggung jawab kita. Nabi kitapun meminta kita menyiapkan ibu-ibu yang terbaik untuk membesarkan anak-anak muslim. Jadi dapat diambil kesimpulan semua kesalahan yang terjadi pada anak dapat dipastikan yang pertama dan utama peran ayahlah yang menentukan.
0 komentar:
Posting Komentar