Seperti sebuah bangunan maka keluarga juga membutuhkan tiang-tiang agar bangunan itu bisa berdiri. Pilar yang kokoh dapat berdiri bangunan yang megah dan kokoh serta bertahan lama, adapun pilar yang rapuh mungkin saja dapat mendirikan suatu bangunan, akan tetapi seberapa lama bangunan itu bertahan...? sehari, seminggu, sebulan, setahun, atau sewindu? Keluarga bahagia dapat memperkuat pilar-pilarnya hingga pilar itu menjadi kokoh dan kuat seiring dengan perjalanan rumah tangganya.
Apa saja pilar-pilar keluarga bahagia itu, paling tidak dapat ditentukan minimal dengan tiga hal; pertama adalah kekuatan iman atau keyakinan, kedua adalah kekuatan cinta dan kasih sayang, serta yang ketiga adalah kekuatan amal soleh.
Pertama adalah kekuatan iman dan keyakinan. Kita kerap menyaksikan pernikahan yang dilandasi dengan perbedaan keyakinan dan agama, cinta adalah dasar yang menyatukan mereka, saya dapat memastikan bahwa kebersamaan mereka tidak akan abadi, setidaknya di akhirat. Bahkan sebelum akhiratpun, di dunia telah nampak contoh-contoh dari pasangan selebritas tanah air yang berpisah, setelah sekian lama berumah tangga. Tidak ada salahnya cinta menyatukan dua insan, tetapi persoalan menyatukan dua insan ini bukan cinta semata, uang juga bisa, lihat para wts dan lelaki hidung belang mereka juga disatukan dengan uang, dan hanya bertahan hanya beberapa jam.
Yang dimaksud dengan keyakinan dan agama bukan hanya sekedar pengakuan tertulis dengan legalisasi dalam bentuk kartu (ktp) bahwa yang bersangkutan adalah muslim. Lebih dari itu, keyakinan dan iman itu senantiasa dinamis. Perlu upaya untuk senantiasa menguatkan dan mempertebal keimanan, karena buah dari keimanan adalah ketentraman. Seorang kepala keluarga yang memiliki tingkat ketentraman hati yang baik, dilahirkan dari upayanya yang secara simultan/terus menerus dalam meningkatkan keimanan.
Ketentraman kepala keluarga (buah iman) ini dapat memberikan ketentraman kepada istri dan anggota kepala keluarga yang lain. Ibarat lampu atau nyala lilin yang dapat menerangi seluruh isi ruangan. Dan dapat dicatat itu akan terjadi apabila memiliki keyakinan yang sama, serta juga memiliki level keimanan yang sebanding. Jadi sekalipun memiliki keyakinan yang sama, tetapi memiliki tingkat keimanan yang jauh, akan sulit bertahan, terkecuali dapat memperbaiki level iman.
Pilar yang kedua adalah ikatan cinta dan kasih sayang. Bila ikatan iman itu level dan tandanya sedikti abstrak maka kekuatan cinta dan kasih sayang lebih konkret. Munculnya perasaan cinta dan kasih sayang bisa karena ketertarikan fisik. Bisa tertarik karena, kecantikan, kemolekan tubuh, ketampanan, bersihnya kulit, kecerdasan, kepandaian dan hal-hal yang sangat fisik lainnya. Namun demikian cinta dan kasih sayang juga dapat lahir bukan dari pandangan pertama (fisik) tetapi karena keseringan memandang seperti kata pepatah jawa; witing tresno jalaran soko kulino (cinta muncul karena sering bertemu). Pada kondisi ini biasanya lahir karena kepribadian (bukan hanya rumah, mobil dan harta pribadi). Kepribadian adalah kecocokan karakter, atau chemistry (kecocokan kimia). Pada tingkat ini biasanya fisik bukan pertimbangan utama, yang utama adalah sifat-sifat pribadi, seperti pengertian, sabar, perhatian dan lain sebagainya.
Cinta dan kasih sayang ini dapat lahir secara fisik atau psikis. Mana yang dapat bertahan lama? fisik atau psikis, berdasarkan pengalaman tentu saja psikologis. Ketertarikan fisik dapat memberikan ikatan, tapi kita tahu bahwa fisik kita tidak akan bertahan lama. Umumnya setelah usia tertentu pesona fisik ini dapat berkurang drastis, dan satu-satunya yang bisa mempertahankan ikatan adalah pesona batin. Paling tidak inilah kisah yang diungkapkan antara supir angkot 04 mangkubumi sekitar tahun 1995 (saat saya menguping pembicaraan mereka).
Pilar yang ketiga adalah amal soleh (aktivitas yang baik). Pasangan hidup atau suami istri wajib mendedikasikan hidupnya untuk beramal atau beraktifitas yang baik. Tanpa aktivitas dan kegiatan dalam keluarga dapat mempengaruhi stabilitas rumah tangga. Yang dimaksud aktivitas disini bukan hanya bekerja atau mengerkajakan pekerjaan rumah. Aktivitas disini adalah rangkaian kegiatan yang bermakna secara ibadah dan sosial kemasyarakatan. Kebersamaan aktivitas pasangan bukan hanya akan melanggengkan ikatan tetapi dapat mengundang rezeki lainnya yang lebih besar dan banyak. Jadi keluarga wajib menjadikan aktivitas ibadah seperti solat, shaum, haji dan umroh, sedekah dan zakat sebagai fokus agenda harian sampai tahunan.
Jadwal kegiatan ini akan memberikan ritme pada perjalanan keluarga yang seimbang tidak hanya mementingkan salah satu kehidupan, apakah dunia atau akhiratnya saja. Penting bagi keluarga untuk memiliki kegiatan bersama, namanya keluarga harus dan wajib hukumnya bersama karena sudah terikat. Dan apabila sudah terikat maka ramaikanlah keluarga dengan kegiatan bersama, apa jadinya bila kita punya bangunan indah tetapi tidak berpenghuni (penghuninya jin).
Penulisan Pilar-pilar ini diurutkan sesuai dengan tingkat keutamaannya, jadi yang pertama muncul, atau ditulis itulah yang paling penting. Tetapi ketiga hal seluruhnya penting dan wajib dimiliki oleh keluarga. Karena bangunan pasti tidak aman bila tidak memiliki pilar yang lengkap.
Thanks infonya menarik banget. Oiya, menurut saya, keluarga bahagia juga bisa tercipta kalo suami dan istri bisa mengelola keuangannya dengan baik dan benar. Nah, artikel yang saya temuin ini bisa jadi referensi kamu nih, cek ya: Tips atur keuangan dengan pasangan agar tak jadi konflik
BalasHapus