Membangun dan membina keluarga bukan pekerjaan yang mudah tetapi juga jangan terlalu dianggap sulit. Membangun keluarga sulit akan membawa anggota keluarga dalam keadaan tertekan, dampaknya jelas stress, tidak nyaman dan neurosis hingga panik. Jangan pula dianggap mudah, jika demikian persoalan serius ini akan membuat sepele, padahal keluarga memiliki dampak yang sangat besar dan luas.
Hadapilah pembangunan keluarga ini dengan serius dan santai, serius memperhatikan langkah-langkah perkembangan dan prosesnya dan santai melihat hasil-hasilnya jika dirasa belum memuaskan banyak pihak. Untuk membantu mencermati keluarga maka dapat dikenali beberapa prinsip yang harus dimiliki keluarga seperti; (1) Kesepahaman akan konstitusi, (2) Pembagian tugas, (3) Menghargai keunikan dan potensi dan (4) Sabar dalam berinteraksi.
Kesepahaman akan kontsitusi keluarga menjadi prinsip yang wajib dimiliki oleh keluarga. Banyak keluarga yang tidak memiliki konstitusi (aturan) yang tidak tertulis atau konversi, apalagi aturan yang tertulis. Prinsip ini penting sebagai rujukan jika terjadi perselisihan diantara anggota keluarga. Bisa dibayangkan jika para anggota keluarga memiliki aturan masing-masing, pasti keluarga tersebut tanpa aturan alias tidak beraturan. Sebaik-baiknya keluarga memiliki aturan tertulis, namun paling tidak memiliki aturan tidak tertulis, jika tidak memungkinkan. Yang terpenting adalah bagaimana aturan tersebut disosialisasikan dengan baik, dan dipahami oleh seluruh anggota keluarga. Orangtua yang mendesain aturan tersebut, setelah keduanya sepakat barulah sosialisasikan pada seluruh anggotanya. Aturan itu tidak perlu banyak dan detil, cukup poin-poin krusial yang dapat diingat dengan mudah tanpa harus membuka kitab konstitusi keluarga.
Pembagian Tugas anggota keluarga. Fungsi keluarga yang terpenting dapat dikenali seperti fungsi biologis, sosial, pendidikan dan ekonomi. Suami istri perlu mengidentifikasi tugas-tugas penting dengan menentukan skala prioritas. Seperti seorang kepala negara dan pemerintahan layaknya, maka jangan sampai ada tugas-tugas dan tanggung jawab yang tidak terdaftar kemudian tidak dikerjakan. Pandangan konservatif tentang membagi tugas fungsi ekonomi oleh ayah dan pendidikan dominan ibu tidak lekang oleh waktu. Ada keluarga yang memporsir fungsi ekonomi didayakan oleh kedua orangtua, dan fungsi pendidikan dititipkan kepada pengasuh, full day school, bahkan orangtua. Untuk membicarakan hal itu perlu topik khusus, namun secara pribadi metode konservatif ini terbukti paling bermakna menyelamatkan keluarga dari berbagai ancaman dan tantangan.
Menghargai keunikan dan potensi keluarga. Tidak ada manusia yang sempurna, setiap kelemahannya adalah kekuatannya, dan setiap kekuatan adalah kelemahannya. Jangan pernah membanding-bandingkan anggota keluarga, carilah cara lain untuk memotivasinya, bila perlu membandingkan carilah figur yang berbeda zaman. Pada zaman ini manusia Indonesia pada umunya terpengaruh oleh tren positivisme, dimana prestasi akademik menjadi satu-satunya ukuran untuk mengevaluasi kelebihan dan keunggulan manusia. Inilah bahayanya, ketika hanya satu keutamaan yang dinilai, sedangkan masih banyak tingkat kecerdasan lain dari manusia yang bisa dibanggakan. Maka kenalilah potensi-potensi lain pada anggota keluarga, perbedaan kemampuan akan membuat keluarga semakin komplit. Banyak penelitian menjelaskan prestasi akademik tidak selalu menentukan kesuksesan.
Sabar dalam berinteraksi. Sering kita meminta orang lain memaafkan dan memahami kekurangan, kelemahan dan kealfaan kita. Namun demikian sulit terkadang kita memaklumi orang lain. Kuncinya adalah menahan respon, jangan memberikan reaksi terhadap stimulus-stimulus yang meminta kita meresponnya dengan reflek, kecuali kalau sudah sangat-sangat prinsip. Bila perlu sedikit berlagak telmi (telat mikir) berulangkali coba pahami dan reka ulang peristiwa sebelum menentukan sikap, spandai dan sepintar apapun anda. Ketergesaan datangnya dari syaiton, dalam keterlambatan merespon ada kesabaran dan ada peluang kita memahami orang lain, sekaligus membiarkan semua penglihatan kita (hati-mata) benar-benar berfungsi.
Thanks infonya. Oiya ngomongin keluarga, ternyata ada loh beberapa cara yang bisa dilakukan agar keluarga sukses dalam hal keuangan. Mau tau caranya? Yuk cek di sini: Tips agar keluarga sukses finansial
BalasHapus