Penyakit Yang Kerap Menyerang Anak

, , No Comments
Untuk berjaga-jaga sebaiknya keluarga memiliki beberapa paket obat yang senantiasa tersedia, agar selalu siap ketika situasi gawat dan darurat bisa ditangani dengan cepat. Pertama adalah kelompok obat untuk sekitar flu pilek dan masuk angin, paling berat tentu saja yang mirip-mirip adalah bronkhitis atau bahkan demam berdarah dari sisi panasnya. Obat sederhana wajib dimiliki. Obat herbalpun atau tradisional teruji bisa efektif. Kita coba bahas satu persatu berdasarkan pengalaman, bukan teori kedokteran pure, sekali lagi pengalaman.

Pertama masalah masuk angin. Silahkan buka kamus kedokteran tentang masuk angin, pasti tidak akan pernah ketemu definisi penyakit seperti itu, setidaknya sampai tulisan ini saya buat, ketika diskusi dengan beberapa dokter membantahnya ada penyakit seperti itu. Pengalaman membuktikan bahwa apa yang dirasakan orangtua tentang kerokan dan masuk angin secara empiris benar dan terbukti. Dalam tinjauan Biokimia tubuh, manusia makhluk mamalia yang merupakan hewan berdarah panas dan selalu melakukan pembakaran tubuh yang dilakukan oleh karbohidrat dan oksigen. Suhu internal tubuh sekitar 37-38 derajat celcius.

Pada kondisi tertentu ada yang dikenal dengan pembakaran tidak sempurna, dimana pemecahan gula atau karbohidrat tidak diiringi dengan suplai oksigen yang seimbang, sehingga gula yang dipecah menjadi asam pyruvat dirubah menjadi asam laktat, karena kekurangan oksigen. Asam laktat ini senyawa khusus yang dibentuk agar pecahan gula tadi dapat bergerak bebas di sel dan darah. Namun demikian kerugiannya asam laktat dapat mengakibatkan letih, lesu, lieur, lunglai, leneng, lemes dan lainnya, karena kandungan asamnya, dapat pula mengakibatkan sakit pada jantung karena pelepasan ion H+nya.

Kesimpulannya masuk angin adalah pembakaran tidak sempurna pada tubuh bisa terjadi karena paparan lingkungan sekitar, atau paparan suhu ekstreem di luar tubuh. Tubuh manusia akan mengeluarkan refleks tertentu untuk mengimbangi suhu ekstreem sebagai cara adaptasi, seperti menggigil bila kedinginan dan berkeringat apabila kepanasan. Pada saat kedinginan respon menggigil adalah untuk melakukan pembakaran tambahan, namun apabila suplai oksigen rendah maka dibentuklah asam laktat, demikian pula saat kita melakukan olahraga yang cendrung pembakaran anaoerob, maka peluang asam laktat tinggi semakin besar.

Orang dewasa cendrung mudah mengidentifikasi atau mengenali gejala masuk angin, lain halnya dengan anak-anak, walaupun anak-anak memiliki metabolisme tinggi yang berarti peluang pembakarannya lebih baik, tapi kemungkinan terkena masuk angin ini dapat terjadi. Keluhan pada anak sering tidak jelas, bisa sakit kepala, pusing, mual, muntah  atau bahkan panas. Penanganan penyakit ini yang jelas adalah bagaimana agar suplai oksigen baik, bisa dengan cara mengkonsumsi minuman dengan tinggi oksigen. Serta penanganan tumpukan asam laktat dapat diatasi dengan membantu menghangatkan tubuh anak dari luar seperti menggunakan ramuan campuran minyak sayur, bawang merah, dan minyak angin misalnya cap kapak (jangan yang terlalu panas). Campuran tadi dioleskan secara merata terutama bagian punggung, dada dan perut. Obat medis dapa pula diberikan untuk membantu menahan sakit atau panas, dari golongan ibuprofen, merek yang mudah dicari hufagrin sirup kemasan merah.

Masalah kedua adalah Mag atau gastritis. Anak usia sekolah dasar biasanya dapat mudah terserang penyakit seperti ini, penyebabnya karena pola dan kebiasaan makan. Gejala umumnya sakit perut/ulu hati, bisa panas, lemas, mual sampai muntah. Secara fisiologis pelepasan asam lambung dibutuhkan oleh tubuh kita membantu pencernaan makanan. Pelepasan asam lambung dapat terjadi pada jadwal makan, saat bangun tidur, dan saat merokok. Masalah lainnya adalah iritasi mukosa atau pelindung lambung bisa terjadi karena makanan pedas, kopi, dan minuman energi. Penangannya tentu dari kedua kemungkinan penyebab, pertama perhatikan jam makan dan jenis makanan dan minuman agar tidak terulang lagi. Penangan kedua bisa diberikan obat penetralisir asam lambung cair, atau yang serbuk seperti waisan mah. Obat lainnya juga bisa diberikan setelah makan seperti ibuprofen untuk mengurangi sakit. Campuran bawang, minyak, minyak angin (CBMA) juga bisa digunakan.

Masalah ketiga adalah diare. Anak dibawah lima tahun harus ekstra waspada karena penyakit sederhana ini bisa fatal akibatnya. Iritasi pencernaan ini bisa dimulai dari lambung (Mag) atau juga dari usus besar. Diare diartikan buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari. Ada yang bersifat infeksi dan noninfeksi. Yang infeksi kumannya juga bisa bermacam-macam dan bertingkat-tingkat sehingga obatnya juga bervariasi. Bila kondisinya parah harus segera mendapatkan pertolongan cairan infus agar tidak terjadi syok hipovolemik. Diare sederhana biasanya terjadi pada anak karena gangguan pencernaan ringan, untuk penyakit ini anda sediakan guanistrep yang berfungsi untuk mengurangi pergerakan usus. Berikan juga obat mah mungkin karena pola makannya salah.

Apabila frekuensinya bertambah cepat, tidak ada reaksi dari obat tadi, maka diare berlanjut ke fase kedua. Fase kedua ini diduga kemungkinan infeksi bakteri, maka pilihan antibioitik yang  dapat diguanakan adalah sulfrime (merk dagangnnya) atau metronidazole siruf makan  sampai habis, dan lihat perkembangannnya. Apabila tidak ada perubahan maka inilah akhir dari batas kita untuk menangani sendiri segera bawa ke dokter spesialis anak atau ke klinik mungkin butuh infusan. Apabila diare anak disertai muntah, penanganan muntahnya sama seperti saat mah dan masuk angin, tetapi apabila muntahnya sudah ke tiga kali disertai diare segera bawa ke klinik untuk di infus. Pada fase ketiga anak kemungkinan akan diberi luminal atau penenang agar pergerakan ususnya melambat, tetapi itu kewenangan terbatas dari dokter kita tidak memiliki kewenangan. Untuk anak diatas 12 tahun boleh pake tetrasiklin antibiotik sangat tepat untuk diare infeksi.

Masalah lain yang sering adalah flu, pilek dan demam. Untuk penyakit flu atau pilek dengan panas yang rendah anda bisa memilih produk hufagrif (promo tanpa bayaran), karena keluarga cocok. Untuk batuk dan flu tanpa panas tepat hufagrif warna hijau, namun jika ada panas dikit beri yang warna kuning. Jika panasnya terlalu berikan yang warna merah dan hijau biar cepat reda. Jika panas berlanjut atau tidak turun saat diberi obat boleh coba antibiotik sederhana seperti amoksilin sirup atau sulfrime. Tetapi jika berlanjut terus, sebaiknya pergi ke dokter, kemungkinan anak terserang typus atau demam berdarah. Akhir-akhir ini kedua penyakit tersebut kerap menyerang bersamaan, aneh juga. Hal itu ditunjukan dengan kedua indikator pemeriksaan labolatorium menunjukan positif untuk kedua penyakit tersebut pada satu kondisi. Hal ini mengundang kecurigaan, ada baiknya kedokteran mendefinisikan kembali penyakit tersebut, atau mungkinkah penyakit baru?! Bila panas tidak turun-turun dan antibiotik biasa tidak mumpuni, bisa dicoba antibiotik kloramfenikol, hanya sebaiknya periksa ke dokter. Biasanya kalau sakit tidak berat dengan obat penurun panas biasa, reaksinya sudah terlihat beberapa jam setelah minum obat. Ada baiknya banyak minum, boleh juga diberi larutan panas dalam, hanya jika diare hentikan.

Masalah lain yang mungkin terjadi adalah luka dan atau memar karena benturan benda tumpul. Pada luka terbuka dengan pendarahan orangtua harus bisa mengukur jenis luka dan kedalamannnya. Luka lebar tapi tidak mendalam hanya tipis di permukaan kulit maka tidak perlu dijahit, biasanya pembuluh darah tepi saja tidak melukai pembuluh darah yang besar. Pengobatan bisa dilakukan dengan cara membersihkan luka menggunakan air hangat dan selanjutnya menggunakan betadin. Untuk luka yang mendalam ditandai dengan darah yang sulit dihentikan, maka perhatikan lebar dan panjangnya luka, bila melebihi atau sam dengan dua centimeter sebaiknya dijahit, agar luka cepat sembuh. Namun apabila kurang pasanglah perban dengan sangat kuat untuk beberapa haridan jangan dibuka agar pendarahan berhenti. Tubuh kita dengan trombositnya pada manusia normal pasti mampu merenovasi luka dalam beberapa hari, kecuali mereka yang memiliki kelainan. Pada keadaan infeksi dimana tanda-tanda seperti nanah, bengkak, memerah dan sakit masih ada setelah beberapa hari maka bisa ditambahkan salep antibiotik seperti gentamisin.








0 komentar:

Posting Komentar